Sejarah Bayi Ajaib Memang Pernah Ada. Siapa Saja Bayi Tersebut?

Dalam sejarah perjalanan umat manusia memang pernah ada bayi ajaib, sebagaimana termaktub dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (1432) bersumber dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Hanya ada tiga bayi yang diberi kemampuan berbicara ketika masih dalam buaian ibunya”. Yang pertama adalah Nabi Isa, sedangkan yang kedua yaitu terkait kisah seorang laki-laki dari Bani Israil bernama Juraij. Ketika dia sedang shalat, ibunya memanggil namanya. Juraij bingung, apakah harus membatalkan shalatnya atau menjawab panggilan ibunya. Akhirnya ia melanjutkan shalatnya. Ibunya berkata, “Ya Allah, jangan engkau matikan dia sebelum memperlihatkan wajah pelacur.” Juraij yang selalu melaksanakan ibadah di tempat ibadahnya, suatu ketika didatangi seorang wanita pelacur yang mengajaknya berzina, tetapi Juraij tetap teguh menolak si pelacur. Maka pelacur itu datang menyerahkan dirinya kepada seorang pengembala lalu berzina. Setelah hamil, mengandung, dan melahirkan, pezina itu datang dan mengaku pada orang-orang bahwa bayi itu hasil hubungannya dengan Juraij. Masyarakat datang menghakimi Juraij, mencela, dan menghancurkan tempat ibadahnya. Juraij hanya pasrah, lalu berwudu, dan mendirikan shalat. Setelah itu, ia mendatangi bayi itu dan bertanya, “Wahai sang bayi, siapakah ayahmu?” Serta merta bayi itu menjawab, “Ayahku adalah seorang pengembala”. Orang-orang lalu berkata, “Kami akan bangunkan kembali tempat ibadahmu dengan emas.” Akan tetapi Juraij menolaknya, “tidak perlu, cukup dari tanah,” jawabnya.

Bayi yang ketiga juga dari Bani Israil. Ada seorang ibu yang sedang menyusui bayinya, lalu lewatlah seorang lelaki yang mengendarai tunggangannya, lelaki itu sangat tampan dan gagah. Ibu bayi itu berdoa, “Jadikanlah anakku seperti dia”. Tiba-tiba sang bayi melepaskan teteknya dan berkata, “Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia”. Lalu dia kembali menyusu. Tidak lama kemudian, lewatlah budak perempuan, ibu si bayi berdoa, “Ya Allah, jangan engkau jadikan anakku seperti dia”. Bayi itu kembali melepaskan mulutnya lalu berkata, “Ya Allah jadikan aku seperti dia”. Ibunya heran dan bertanya, “Mengapa engkau berkata demikian?” Sang bayi menjawab, “Yang gagah dan menunggang kuda tadi adalah penguasa zalim, sedangkan budak tadi adalah wanita suci yang dituduh mencuri dan berzina padahal dia tidak melakukannya.”

babies3
Contoh saja

Jika merujuk pada dalil agama yang bersumber dari wahyu di atas, maka, hanya ada tiga bayi ajaib. Dan jika dikaji secara cermat, bayi-bayi ajaib yang pernah ada semuanya bersumber dari cerita Bani Israil, karena itu Imam Bukhari meletakkan dalam bab “Ma Dzukira ‘an Bani Israil”. Artinya tidak pernah ada bayi ajaib dengan mampu berbicara dari umat Nabi Muhammad.

Kecuali itu, setiap bayi ajaib dalam sejarahnya semua terlahir dengan normal, termasuk Nabi Isa, ia dikandung selama sembilan bulan oleh Ibunya, Maryam AS., bukan tiga jam. Dan yang paling terpenting bahwa setiap bayi ajaib datang membawa kebenaran. Ketika Maryam dituduh kaumnya telah melakukan perbuatan munkar (zina), sebab melahirkan bayi tanpa suami. Maka bayi itu menyangkal tuduhan keji. Nabi Isa yang baru lahir itu berbicara, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi.” (QS. Maryam [19]:31).

Demikian pula kisah Juraij di atas. Sang bayi datang membawa kebenaran, bahwa tuduhan masyarakat dan si pelacur itu tidak benar. Atau kisah ketiga. Sang bayi yang sedang menyusui menyangkal persepsi ibunya yang terlena dengan penampilan dua tipe orang. Bayi itu berbicara demi meluruskan persepsi ibunya yang keliru.

Sebagai kesimpulan. Setiap bayi ajaib yang pernah hadir pasti datang membawa kebenaran menyelesaikan masalah yang terkait dengan perzinahan, atau meluruskan kesalahan persepsi yang bisa berakibat fatal. Bukan justru datang membawa masalah, menarik orang ramai agar saling berselisih paham, bantah-bantahan, dan paling bahaya karena telah mengarah pada takhayul dan khurafat yang merupakan awal dari petaka akidah. Jangan ada yang mudah percaya kalau ada bayi ajaib sebelum benar-benar terbukti, bukan hanya cerita yang dibuat-buat ajaib sebagai kamuflase untuk menutup aib.

Advertisements
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close