Bagaimana Akhir Kasus Setya Novanto, Apakah Akan Manis Seperti Akbar Tanjung Atau Pahit Seperti Anas Urbaningrum?

Seperti diketahui, Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau 2 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dia terancam hukuman seumur hidup. Novanto juga sudah menyampaikan sikapnya tetap berstatus sebagai Ketua DPR.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Anggota DPR Setya Novanto sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP. Nama Setya Novanto sudah sejak lama disebut secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dengan dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Setya-Novanto

Mantan ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto disebut-sebut berperan penting dalam menyukseskan proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Terutama, menyangkut proses penganggarannya di DPR.

Novanto dan pengusaha rekananan Kemendagri, Andi Agustinus alias Andi Narogong disebut dalam dakwaan mendapat jatah 11 persen atau Rp 574,2 miliar dari total proyek e-KTP disepakati sebesar Rp 5,9 triliun.

Setya Novanto itu licin seperti belut serta ular berkepala dua. Dia berkali-kali lolos dari jeratan hukum yang menimpanya. Apakah kali ini dia masih bisa lolos dari jerat hukum?

Menurut penerawangan saya untuk Setya Novanto akan berakhir sama seperti Akbar Tanjung, dia masih bisa lolos dari jeruji besi, dia politikus mahir dan berpengalaman. Politikus ulung namanya.

Bingung ya…? Sama..!